Outlined Text Generator at TextSpace.net
Elephant Traffic
1,000 Backlinks - $9.99

Akibat Keseringan Ngupil! Ngupiler Baca

Written By pepz32 on Kamis, 27 Oktober 2011 | 17.23


http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/223653_207445169314318_100001465094654_561452_7277687_n.jpg 


Bagi beberapa orang mengupil adalah kegiatan
yg mengasyikkan atau menyenangkan. Tapi mengupil terlalu sering ternyata
bisa berbahaya bagi kesehatan & tubuh seseorang. Berdasarkan survei
yg dilakukan oleh tim peneliti dari Wisconsin dgn melibatkan 200
partisipan, diketahui bahwa rata-rata seseorang mengupil sebanyak 4 kali
sehari yg dilakukan saat sedang senggang atau santai. Mengupil adlh
kegiatan yg positif krn membantu membersihkan hidung dri kotoran atau
benda asing yg masuk dgn menggunakan jari.



Meskipun kegiatan yg umum, tapi bagi budaya tertentu cenderung tabu karena bisa menimbulkan perasaan jijik & geli.



Upil yg ada dihidung sebenarnya terbentuk dri lendir yg mengering.
Membran mukosa dirongga hidung akan terus menerus menghasilkan lendir
basah yg berfungsi menghilangkan debu & benda-benda asing lainnya yg
masuk ke hidung. Lendir yg mengering ini akan menyebabkan sensasi
iritasi yg kadang menimbulkan rasa gatal & memicu orang untuk
mengupil.



Seperti dikutip dari eHow, ada beberapa alasan yg membuat seseorang harus mengupil, yaitu:




* Sedang bengong atau memikirkan sesuatu






Quote:






Penyebab paling umum orang mengupil
terjadi ketika seseorang sedang tidak memikirkan apa-apa, bingung atau
bosan. Tindakan ini hampir sama dgn kebiasaan menggigit kuku atau
mengisap jempol, karenanya tak jarang orang tanpa sadar melakukannya
didepan umum




* Menghilangkan iritasi







Quote:






Hidung memiliki kecenderungan menjadi
kering & teriritasi oleh hal-hal seperti alergi, bahan kimia &
polusi udara. Saat hidung mengalami iritasi, maka akan timbul rasa gatal
& keinginan untuk menggaruk melalui cara mengupil




* Untuk menghilangkan sekresi hidung







Quote:






Ketika sedang pilek, infeksi sinus &
alergi bisa menyebabkan sekresi hidung atau lendir meningkat. Sekresi
ini seiring waktu akan mengering yg membuat seseorang sulit bernapas.
Karenanya seseorang akan mengupil untuk membuat napasnya lega &
menghilangkan penumpukan lendir




* Gangguan obsesif-kompulsif







Quote:






Salah satu tanda gangguan obsesif kompulsif adalah suka mengupil yg disebut dengan rhinotillexomania.



Mengupil dilakukan untuk meringankan perasaan-perasaan negatif yg
mengganggu pikirannya, karenanya seringkali ia mengupil didepan umum
& tdk melihat kondisi disekitarnya. Orang dgn gangguan ini
membutuhkan bantuan medis atau psikolog.



Satu hal yg pasti adalah selalu mencuci tangan sebelum & sesudah
mengupil, memotong kuku & jangan menarik upil terlalu keras agar
tidak melukai lapisan didalam hidung.



Tapi jika seseorang terlalu sering mengupil bisa menyebabkan hidung
menjadi kering yg dapat memicu perdarahan. Hal ini karena secara alami
hidung tetap membutuhkan pelumas setiap saat untuk mencegahnya dari
kekeringan.



Sedangkan jika seseorang jarang mengupil, maka lendir yg bercampur
dengan kotoran tersebut akan semakin mengeras yg menghambat pernapasan
(sulit bernapas) serta membuat hidung tidak lagi bisa efektif menyaring
benda-benda asing dari luar




AKIBAT KESERINGAN NGUPIL/NGORONG diantaranya:



1. Mudah terkena flu







Quote:






Virus flu bisa melewati selaput lendir yg
salah satunya terdapat didalam hidung. Memasukkan jari-jari yg
terkontaminasi virus ini ke dalam hidung bisa menyebabkan seseorang
terkena flu yg disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke
depan, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan gatal &
serangan bersin-bersin




2. Mimisan







Quote:






Jika terlalu sering mengupil atau
mengupil dengan keras bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan dihidung
yg berfungsi melindungi tubuh dari bakteri & benda-benda asing di
udara, sehingga memicu terjadinya mimisan




3. Infeksi Selain







Quote:






Infeksi virus flu, terlalu sering
mengupil menyebabkan kuman & bakteri lebih mudah masuk ke hidung
& menyebar ke bagian tubuh lain




4. Merontokkan rambut hidung







Quote:






Ketika mengupil secara konsisten &
terus menerus akan menyebabkan rambut hidung rontok. Padahal rambut ini
memiliki fungsi penting untuk menyaring debu & polutan diudara.
Tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit &
infeksi masuk ke dalam tubuh




DAN YANG TERAKHIR JUGA YANG TERPARAH



5. Bisa mengakibatkan kematian







Quote:






Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang
berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung ada tulang
yang disebut tulang ethmoid, tulang ini memisahkan hidung dari otak.
Jika saat mengupil seseorang menusuk tulang ini, maka cairan di otak
bisa bocor yg menyebabkan meningitis 


 http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/223653_207445172647651_100001465094654_561453_3991340_n.jpg


DAMPAK BURUK Meninggal Karena Sering Mengupil (Tewas setelah mengupil)



Mengupil atau mengebor hidung, diartikan sebagai perilaku memasukkan
jari (atau benda) ke dalam hidung sendri dengan tujuan mengambil cairan
kering keluar dari hidung.

Jika mengupil menjadi kebiasaan yang sulit di cegah, maka kelainan ini
dalam dunia kesehatan diistilahkan dengan rhinotillexomania. Istilah
tersebut brasal dri gabungan kata rhino (dalam bahasa yunani berarti
hidung), tillesthai (menarik, mengunduh), exo (luar), dan mania
(keasyikan).



Kegiatan mengupil, sebenarnya tidaklah berbahaya. Namun "pengeboran"
lubang hidung itu dapat berdampak sangat buruk jika dilakukan



(1) Dengan sangat kuat (misalnya menggaruk dengan kuku jari)

(2) Terlalu dalam (contohnya memasukkan jari melebihi ukuran panjang ruas pertama jari)

(3) Menggunakan benda selain jari

(4) Menggunakan jari kotor, kebiasaan mengupil tak terkendali mendapat
perhatian khusus di kalangan ilmuwan mengingat salah satu dampak
berbayanya adalah kematian !!



= Ian Botwell (63) adalah salah satu contoh
korban pengeboran hidung itu. Warga inggris awalnya tewas karena jatuh
dari tempat tidur. Tapi lubang hidungnya yang di penuhi darah menjadi
pertanda bahwa kematiannya adalah karena epistaxis ,atau pendarahan pada
lubang hidung.



Akhirnya disimpulkan bahwa sang korban yang menderita demensia dan
ketergntungn pada minuman keras itu tewas karena mengupil terlalu
berlebihan yang berujung pada kematian.



PENELITIAN DI BELANDA Sekitar sepertiga manusia di dunia memiliki
sejenis kuman bakteri yang diberi nama Stahylococcus aureus yang
menghuni lubang hidungnya. Bakteri ini dapat menyerang manusia dan
menjadikan mereka sakit, bahkan meninggal dunia. Oleh karena itu,
penelitian terkait dengan bakteri tersebut dengan kebiasaan mengupil
sangatlah penting demi mencegah terjangkitnya penyakit akibat bakteri
tersebut.


 



0 komentar:

Posting Komentar

free counters