Outlined Text Generator at TextSpace.net
Elephant Traffic
1,000 Backlinks - $9.99

Indonesia dan Sepak Bola

Written By pepz32 on Jumat, 21 Oktober 2011 | 16.52



Tuhan Yang Maha Kuasa menciptakan alam dan isinya secara berkeseimbangan. Ada siang, ada malam, ada hitam ada putih, ada besar dan ada pula yang putih. Ada manusia yang tinggi amat dan ada pula yang pendek sekali. Ada bangsa yang diberi hidung panjang-panjang, tapi ada juga yang hidungnya pesek.



Tuhan juga tidak memberikan kekuatan atau kekuasaan yang tanpa batas kepada makhluk ciptaanNYA agar tak disalah-gunakan dan menjadikan mereka sombong atau semena-mena.



Gajah misalnya, memang diberi tubuh besar,kaki besar, telinga besar, gading panjang dan runcing serta belalai yang panjang sehingga bisa menjangkau makanannya dengan mudah. Tetapi, jika kedalam telinga gajah itu dimasukkan 10 ekor semut saja maka gajah akan lari kepontahl-ponthal, muter-muter dan mungkin sambil tertawa ngakak kegelian. Yang akhirnya gajah bisa mati kelelahan. Olah karenanya, dalam suit, gajah yang dilambangkan dengan ibu jari akan kalah oleh kelingking sebagai lambang semut. Gajah bukan binatang yang mempunyai kekuatan tak terbatas. Gajah bisa cacingen, tetapi cacing tak mungkin terserang penyakit kaki gajah.



Lalu ? Yup, mengapa TimNas Indonesia kalah dalam pertandingan sepakbola yang memperebutkan Piala Dunia. Yaaa..memang begitulah adanya. Tak ada negara yang menjadi nomer satu disetiap cabang olahraga, bukan. Juara umum sekalipun tak mungkin meraih seluruh medali emas yang disediakan oleh panitia penyelenggara.



Tak ada satupun negara yang olahraganya menang semuanya.



Suatu negara adidaya, adi kuasa, hobi berperang di luar kandangnya dan konon mempunyai aneka alat-peralatan canggih toh tak pernah menjadi juara olahraga bulutangkis.



Lha Indonesia yang dikaruniai penduduk 200 juta lebih toh juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan 50 orang pemuda yang jagoan main sepakbola. Kalah oleh negara yang penduduknya sak-ciprit. Jadi tak usahlah bersedih jika kita kalah karena sepakbola tampaknya bukan domain kita walaupun banyak penggemarnya.



Saya tidak bermaksud ngendor-ngendori semangat, tetapi hanya mengharapkan agar kita tak terbiasa saling menyalahkan, mencela atau menghujat siapapun.



So, Tuhan sudah mengatur siapa menjadi apa. Subhanallah.

sumber

0 komentar:

Posting Komentar

free counters